curhat pelaut Weblog

Just another WordPress.com weblog

Gratis Download SALVAGE 1989

Posted by suryamasmbe pada November 11, 2012

SALVAGE 1989

Posted in info | Leave a Comment »

UU NO.17 Tahun 2008 tentang pelayaran Gratis Download

Posted by suryamasmbe pada November 11, 2012

Sebagai Seorang pelaut yang profesional sudah sebaiknya kita lebih memahami tentang aturan aturan yang berlaku di indonesia tentang pelayaran.

berikut saya lampirkan UU No 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

silahkan download Gratis semoga bermanfaat

jangan lupa Komennya ya.. biar aku tambah semangat lagi…

UU 17 Tahun 2008(1)

Posted in info | Leave a Comment »

JENIS JENIS DOKUMEN MUATAN KAPAL

Posted by suryamasmbe pada November 8, 2012

JENIS DOKUMEN MUATAN KAPAL

Betapa pentingnya Suatu dokumen dalam  membawa barang di atas kapal, berikut saya  lampiran beberapa definisi dari dokumen2 tersebut semoga bermanfaat.

shipping order form

SHIPPING ORDER (SO) atau sering di sebut SHIPPING INSTRUCTION (SI)

SHIPPING ORDER (SO) atau sering di sebut SHIPPING INSTRUCTION (SI) merupakan Surat yang dibuat oleh Shipper / pengirim yang ditujukan kepada Carrier / kapal untuk menerima  dan memuat muatan yang tertera dalam surat tersebut.

Shipping Order berisi  :

  • Nama shipper,
  • Nama Consignee dipelabuhan bongkar,
  • Notify address,
  • Pelabuhan Muat,
  • Pelabuhan Tujuan,
  • Nama dan Jenis barang,
  • Jumlah Berat dan Volume,
  • Shipping Mark,
  • Total Nett Weight,
  • Total Gross weight,
  • Total Measurement,
  • Freight and charge,
  • B/L ,
  •  Dated,
  • Commercial Invoice, No.L/C.

Shipping Instruction merupakan sumber pengapalan, oleh karena itu kalau S/I sudah diterima oleh agen pelayaran (accepeted by the agent) maka kedua belah pihak yaitu shipper dan carrier terikat kepada kesepakatan tersebut, yaitu pengapalan muatan. kalau shipper membatalkan pengapalannya, carrier yang bersangkutan mempunyai hak atas ganti rugi yang dinamakan dead freight. Sebaliknya kalau carrier membatalkan sailing, harus mengganti ganti rugi kepada shipper .

CARGO DECLARATION merupakan dokumen yang di buat oleh shipper (pengirim) ditujukan kepada master kapal, dokumen ini menyatakan bahwa cargo telah di inspeksi oleh independent surveyor yang menyatakan cargo aman untuk di angkut (coba baca rules IMSBC CODE)

RESI MUALIM (MATE RECEIPT) Surat tanda terima barang / muatan diatas kapal sesuai dengan keadaan muatan tersebut yang ditanda tangani oleh mualim – I. Resi Mualim diberi catatan bila terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau perlu keterangan tambahan. Apa yang tertera dalam Mate receipt akan tertera dalam Konosemen (Bill of Lading).

 RESI GUDANG, yaitu surat tanda muatan yang dikeluarkan oleh kepala gudang yang menerima muatan tersebut dari shipper. Biasanya shipper menyerahkan muatan yang akan dikapalkan itu satu dua hari sebelum saat kedatangan kapal yang bersangkutan dipelabuhan pemuatan, untuk melakukan pemuatan.

Resi Gudang dibuat dalam lembar (atau lebih, sesuai kebutuhan) menggunaan warna yang berbeda-beda; masing-masing lembar mempunyai fungsi yang berbeda sbb:

  1. Lembar ke-1 (asli), warna putih, sebagai surat Muat, yaitu surat penterahan muatan dari gudang ke perwira kapal.
  2. Lembar ke-2, kuning, sebagai mate’s receipt (resi mualim) asli, setelah muatan diterima oleh mualim dan segala kondisi muatan dicatat disitu, untuk shipper
  3. Lembar ke-3, warna merah jambu, sebagai Tembusan Resi Mualim, diserahkan kepada agen setempat sebagai dasar pembuatan bill of Lading;
  4. Lembar ke-4, warna hijau, untuk arsip kapal;
  5. Lebar ke-5 dan lembat ke-6, warna putih, untuk eperluan lainnya.

Lembar-lembar kedua dan seterusnya menggunakan kertas tipis sedangkan lembar kesatu menggunakan kertas HVS. Perusahaan-perusahaan pelayaran tertentu menggunakan formulir yang merupakan satu set dari mulai S/O sampai Resi Mualim.

TALLY SHEET Suatu daftar / catatan penghitungan jumlah / banyaknya muatan yang diterima atau muatan yang dibongkar oleh kapal. Penghitungan dilakukan oleh Tally Clerk dan di syahkan / diketahui oleh Mualim I..

MANIFEST Surat yang merupakan suatu Daftar barang-barang  / muatan yang telah dikapalkan. Dimana daftar tersebut berisi :  Nama kapal, Pelabuhan Muat dan Pelabuhan tujuan, Nama Nakhoda, Tanggal, No. B/L, Pengirim (Shipper), Penerima (Consignees), Tanda (Mark), Jumlah / banyaknya (Quantity), Jenis barang / muatan (Description of goods),  Isi & Berat (Volume & Weight) dan Keterangan jika ada. Dibuat oleh Perusahaan Pelayaran.

 BILL OF LADING (KONOSEMEN) Merupakan surat persetujuan pengangkutan barang antara pengirim (Shipper) dan Perusahaan Pelayaran (Owner) dengan segala konsekuensinya yang tertera pada surat tersebut. Juga dapat merupakan surat kepemilikan barang sebagaimana yang tertera dalam surat tersebut dan oleh karenanya dapat diperjual belikan sehingga Bill of Lading ini juga merupakan surat berharga.

 LETTER OF INDEMNITY / LETTER OF GUARANTEE adalah Surat Jaminan yang dibuat oleh Shipper untuk memperoleh Clean B/L, dimana Shipper akan bertanggung jawab apabila timbul Claim atas barang tersebut.

 DELIVERY ORDER Suatu surat yang menyatakan kepemilikan atas barang atau muatan. Dimana D/O dapat diperoleh dengan menukarkan B/L miliknya.

 STATEMENT OF  FACT Laporan pelaksanaan kegiatan bongkar / muat mulai dari awal hingga selesai kegiatan.

 STOWAGE PLAN  merupakan gambaran informasi kondisi muatan yang berada dalam ruang muat baik mengenai Letak, Jumlah dan Berat muatan sesuai consignment mark bagi masing-masing pelabuhan tujuannya

 HATCH LIST Daftar muatan yang berada dalam palka yang bersangkutan.

 DISCHARGING LIST Daftar bongkaran muatan pada suatu pelabuhan tertentu.

 DAMAGE REPORT Merupakan suatu surat Berita acara kerusakan muatan yang terjadi diatas kapal sehubungan tanggung jawab pihak carrier.

 MARINE NOTE OF SEA PROTEST Merupakan suatu Berita Acara atas kerusakan muatan diluar kemampuan manusia. Dibuat oleh Nakhoda dan di syahkan oleh Notaris.

 NOTICE OF READINESS  ( NOR ) Suatu surat yang dibuat oleh Nakoda yang menyatakan bahwa kapal telah siap untuk melaksanakan kegiatan pembongkaran atau pemuatan.

Posted in info | 1 Comment »

AMANDEMEN MANILA 2010

Posted by suryamasmbe pada November 2, 2012

 

AMANDEMEN STCW 2010: APA YANG PERLU ANDA KETAHUI

Telah secara luas diketahui bahwa IMO mengadakan Konferensi Diplomatik di
Manila, Filipina, pertengahan tahun 2010 untuk membahas amandemen STCW. Banyak
orang yang tidak mengetahui pada tingkat apa revisinya dan realitas
implementasinya di balik hal tersebut. Untuk meluruskan hal-hal tersebut mari
kita lihat apa yang telah terjadi langkah demi langkah.
Amandemen STCW Manila.
Pada 25 Juni 2010, Organisasi Maritim Internasional (IMO) serta stakeholder
utama lainnya dalam dunia industry pelayaran dan pengawakan global secara resmi
meratifikasi apa yang disebut sebagai “Amandemen Manila” terhadap Konvensi
Standar Pelatihan untuk Sertifikasi dan Tugas Jaga bagi Pelaut (STCW) dan
Aturan terkait. Amandemen tersebut bertujuan untuk membuat STCW selalu mengikuti
perkembangan jaman sejak pembuatan dan penerapan awalnya pada tahun 1978, dan
amandemen selanjutnya pada tahun 1995.

Mulai Berlakunya.
Amandemen Konvensi STCW akan diterapkan melalui prosedur penerimaan dengan
pemahaman yang telah disepakati yang mengisyaratkan bahwa perubahan tersebut
sudah harus diterima paling lambat 1 Juli 2011 KECUALI bila lebih dari 50% dari
para pihak terkait STCW menolak perubahan yang demikian. Sebagai hasilnya,
Amandemen STCW ditetapkan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2012.

Tujuan Amandemen STCW.
Hal-hal berikut menguraikan perbaikan-perbaikan kunci yang diwujudkan melalui
Amandemen baru, yaitu:
1. Sertifikat Kompetensi & Endorsement-nya hanya boleh dikeluarkan oleh
Pemerintah – sehingga mengurangi kemungkinan pemalsuan sertifikat kompetensi.
2. Pelaut yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai Standar medis umum
untuk pelaut dari satu negara dapat berlaku di kapal yang berasal dari negara
lain tanpa menjalani pemeriksaan medis ulang.
3. Persyaratan revalidasi sertifikat dirasionalisasi untuk kepentingan pelaut.
4. Pengenalan metodologi pelatihan modern seperti pembelajaran jarak jauh dan
pembelajaran berbasis web.
5. Jam istirahat bagi pelaut dikapal diselaraskan dengan persyaratan Maritime
Labor Convention ILO/MLC (Konvensi Buruh Maritim ILO) 2006, dengan maksud untuk
mengurangi kelelahan.
6. Memperkenalkan persyaratan-persyaratan tambahan untuk menghindari alkohol dan
penyalahgunaan zat terlarang.
7. Kompetensi dan kurikulum baru harus terus diperbarui mengikuti perkembangan
teknologi modern dan kebutuhan riil dilapangan.
8. Pelatihan penyegaran dibahas dengan layak dalam konvensi.

Beberapa hal pokok terkait amandemen STCW 2010, adalah sebagai berikut :
Bab I Ketentuan Umum.

• Peraturan I / 2: Hanya Pemerintah yang dapat mengeluarkan Certificate of
Competency (COC) dan menyediakan database elektronik untuk verifikasi keaslian
sertifikat.
• Peraturan I / 3: Persyaratan Near Coastal Voyage dibuat lebih jelas, termasuk
principal yang mengatur pelayaran dan melakukan “kegiatan usaha” dengan Pihak
yang terkait (negara bendera dan negara pantai).
• Peraturan I / 4: Penilaian/pemeriksaan Port State Control (PSC) terhadap
pelaut yang melaksanakan tugas jaga dan standar keamanan – “Harus memenuhi
Standar keamanan” dalam daftar.
• Peraturan I / 6: Pedoman e-learning (pembelajaran elektronik)
• Peraturan I / 9: standar Medis diperbaharui sejalan dengan Persyaratan ILO
MLC.
• Peraturan I/11: Persyaratan revalidasi dibuat lebih rasional dan termasuk
persyaratan revalidasi atas endorsement sertifikat kapal tanker.
• Peraturan I/14 : Perusahaan bertanggung jawab terhadap pelatihan penyegaran
pelaut di kapal mereka

STCW Bab II, Level Dukungan
Bab Dua adalah bagian Departemen Dek. Perubahan utama dalam Bab II adalah
penambahan Pelaut Trampil (Able Seafarers/AB) – Deck Rating. Ini terpisah dari
Rating yang melaksanakan tugas jaga Navigasi (Rating Forming Part of a
Navigational Watch / RFPNW).
Berdasarkan persyaratan untuk bekerja dikapal, penting bagi pelaut untuk
mendapatkan kualifikasi RFPNW sebisa mungkin pada awal sekali dari karir mereka.
Pelaut tidak secara otomatis mendapat kualifikasi AB sampai kualifikasi RFPNW
telah dipenuhi dan lisensi tersebut harus mendapatkan sertifikat pengukuhan
(endorsement) AB. Ini akan membutuhkan pelatihan dan pengujian serta akan
menjadi pasal baru yang disebut A-II / 5.

STCW Bab II, Level Operasional dan Manajemen.
Untuk Electronic Chart Display and Information System / ECDIS (Peta dan Sistim
Informasi Elektronik), perlu pelatihan bagi semua Perwira Dek untuk semua kapal
yang dilengkapi dengan ECDIS. Pelatihan ECDIS dilaksanakan sama seperti
pelatihan ARPA ataupun GMDSS, dimana ada pembatasan dalam STCW yaitu seseorang
tidak boleh bekerja di kapal dengan perlengkapan tersebut jika ia tidak memiliki
sertifikat ECDIS.
Pada 2012 hampir semua kapal dengan bobot mati lebih dari 200 ton akan diatur di
bawah hukum yang terpisah untuk memiliki peralatan ECDIS. Secara otomatis,
setiap Perwira Dek dikapal berbobot lebih dari 200 ton akan membutuhkan
pelatihan ECDIS. Akan ada dua tingkat ECDIS, yakni operasional dan manajemen
dengan tanggung jawab yang berbeda dari masing-masingnya. Manajemen SDM yang
bertugas di anjungan kapal, Pelatihan Tim Kerja dan Kepemimpinan akan diwajibkan
baik di tingkat operasional maupun manajemen.

STCW Bab III, Mesin
Perubahan utama dalam Bab III adalah penambahan Pelaut Trampil bagian Mesin
(Engine Rating). Ini terpisah dari rating yang melaksanakan tugas jaga mesin.
Banyak negara hanya memiliki level rating yang melaksanakan tugas jaga (Rating
Forming Part of a Enginee Watch / RFPEW), dan untuk pelaut trampil pemula
dibagian mesin disyaratkan memiliki sertifikat RFPEW sesuai ketentuan STCW. Ini
akan membutuhkan pelatihan dan pengujian dan akan menjadi pasal baru yang
disebut A-III/5.
Pasal A-III/1 akan diformat ulang dan diatur kembali. Anda tidak lagi perlu
melakukan pelatihan selama 30 bulan di kamar mesin yang disetujui. Kata-katanya
sekarang akan lebih disinkronkan dengan departemen dek dan berbunyi tiga tahun
masa kerja di laut dengan satu tahun gabungan keterampilan bengkel dan enam
bulan jaga mesin (engine room watchstanding).
Perwira Teknik Elektro (Electro Technical Officer/ETO) dan Bawahan Teknik
Elektro (Electro Technical Rating/ETR) akan ditambahkan.
Manajemen SDM di Kamar Mesin, Pelatihan Tim Kerja dan pelatihan Kepemimpinan
akan diwajibkan baik di tingkat operasional maupun manajemen.

STCW Bab V, Tanker dan Kapal Tanker:
Sekarang akan ada tiga kategori Awak kapal Tanker pada kapal tanker, yaitu:
• Awak kapal tanker Minyak.
• Awak kapal tanker Kimia.
• Awak kapal tanker Gas Cair.
Selain itu, setiap kategori Awak kapal tanker akan dipisahkan atas dua tingkat,
yaitu :
• Dasar (saat ini disebut asisten).
• Lanjutan (saat ini disebut Penanggung Jawab (PIC).
Yang akan menjadi perubahan besar adalah pemisahan bahan kimia dari minyak dan
masing-masing memerlukan prasyarat tersendiri untuk diawaki pada setiap jenis
kapal dan pelatihan khusus untuk masing-masingnya. Selain itu, akan ada Kursus
Pemadaman Api di Kapal Tanker, meskipun beberapa pihak memperbolehkan Program
Pemadaman Api Dasar untuk menutupi persyaratan ini.
Kapal Penumpang – Akan ada konsolidasi aturan untuk kapal penumpang.
Offshore Supply Vessels (OSV)/Kapal Supply Offshore, Dynamis Positioning (DP)
Vessels/Kapal dengan Kendali Posisi Dinamis dan kapal yang beroperasi di
Perairan yang Tertutupi Es: Akan ada pasal baru yang memuat panduan terkait
lisensi khusus atau persyaratan pelatihan untuk OSV, DPV dan kapal yang
beroperasi di Perairan yang Tertutupi Es.

STCW Bab VI, Isu Lingkungan Laut:
Amandemen akan mencakup penambahan isu kesadaran lingkungan laut dalam Kursus
Keselamatan Pribadi & Tanggung Jawab Sosial (Personal Safety & Social
Responsibilities/PSSR) yang dilaksanakan sebagai bagian dari Pelatihan
Keselamatan Dasar (Basic Safety Training/BST) serta tingkat operational yang
memperhatikan kelestarian lingkungan laut pada setiap tingkatan sertifikasi
sesuai STCW Code A-II / 1 dan A-III / 1.

Pelatihan Keselamatan Dasar (BST) :
Cakupan PSSR akan ditambahkan beberapa subyek sebagai berikut :
• Komunikasi.
• Pengendalian Kelelahan.
• Tim Kerja.
Subyek tambahan ini akan membuat modul PSSR lebih panjang tapi harus kurang dari
satu hari panjangnya. Tetap saja, ini akan memperpanjang program Pelatihan
Keselamatan Dasar dari yang biasanya lima hari menjadi setidaknya 5,5 hari.

Pelatihan Penyegaran untuk Keselamatan :
Salah satu elemen kunci dari amandemen STCW 2010 tampaknya adalah penghapusan
celah yang berkaitan dengan pelatihan penyegaran. Kode (Aturan) STCW, yang kabur
di area ini menyebabkan banyak negara memilih untuk menafsirkan persyaratan
“dalam waktu lima tahun” secara longgar. Telah diputuskan bahwa program tertentu
yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kelangsungan hidup awak kapal dan
penumpang mewajibkan latihan penyegaran pengendalian keadaan darurat /
keselamatan dilaksanakan secara berkala.
Latihan penyegaran keselamatan dapat dilaksanakan dalam bentuk e-learning
(pembelajaran secara elektronis), latihan di atas kapal atau pelatihan di darat.
Kursus keselamatan akan memerlukan pelatihan penyegaran setiap lima tahun dan
program pelatihannya dapat diperpendek dari panjang durasi pelatihan aslinya.
Latihan penyegaran dengan metode yang disetujui (di kelas atau kapal – belum
ditentukan) adalah:
• Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats (SCRB).
• Advanced Firefighting (AFF).
• Basic Safety Training (BST).
• Fast Rescue Boat.
• Medical Training.

Pelatihan Keamanan.
Amandemen akan mencakup tiga tingkat pelatihan keamanan
• Tingkat Satu – Kesadaran Keamanan (Semua anggota kru)
• Tingkat Dua – Petugas Keamanan
• Tingkat Tiga – Ship Security Officer (Perwira Keamanan Kapal) – ISPS Code
Pelatihan Anti Pembajakan juga akan ditambahkan pada setiap level/tingkat.

STCW Bab VIII: Tugas Jaga.
Bagian Aturan STCW ini akan diselaraskan dengan ILO MLC. ILO MLC telah
ditandatangani pada tahun 2006 dan dibuat sebagai aturan baru yang mengatur hak
para pelaut sehingga akan ada standar minimum global tentang bagaimana pelaut
diperlakukan.

Harmonisasi dengan IMO MLC
Ketika IMO (International Maritime Organization) melakukan pengawasan atas
sertifikasi berdasarkan Konvensi STCW, ILO melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan Konvensi MLC. Ketika ILO mengadopsi “Seafarers Bill of Rights”
(Hak-Hak Dasar Pelaut) bagi para pelaut di dunia, semua pihak – pemerintah,
pelaut dan pemilik kapal – memuji standar kerja baru ini sebagai perkembangan
penting bagi sektor industri dunia yang paling terglobalisasi.
IMO telah mengambil langkah penting untuk membangun perlindungan di bidang
keselamatan, sertifikasi dan polusi, tetapi sektor ini dibanjiri dengan berbagai
standar ketenagakerjaan internasional dari sejak lebih dari delapan dekade
terakhir. ILO MLC 2006 memodernisasi standar-standar ini untuk:
1. Konsolidasi dan memperbarui lebih dari 60 Konvensi ILO dan
Rekomendasi-rekomendasinya yang telah pernah dibuat sebelumnya.
2. Menetapkan persyaratan minimum bagi pelaut untuk bekerja pada sebuah kapal.
3. Menangani kondisi kerja, akomodasi, fasilitas rekreasi, makanan dan katering,
perlindungan kesehatan, perawatan medis, perlindungan kesejahteraan dan jaminan
sosial.
4. Mempromosikan kepatuhan bagi operator dan pemilik kapal dengan memberikan
fleksibilitas yang cukup pada pemerintah untuk menerapkan persyaratan dalam cara
yang terbaik disesuaikan dengan undang-undang nasional masing-masing negara.
5. Memperkuat mekanisme penegakan/pelaksanaan pada semua tingkatan, termasuk
ketentuan untuk prosedur keluhan yang tersedia bagi pelaut, pengawasan yang
dilakukan oleh para pemilik kapal dan nakhoda terhadap kondisi kapal-kapal
mereka, yurisdiksi negara bendera dan kontrol atas kapal mereka, dan inspeksi
negara pelabuhan pada kapal asing.

Kesimpulan
STCW ada untuk diberlakukan. Isu yang paling menarik tentang amandemen baru
adalah bahwa SCTW amandemen 2010 akan diimplementasikan lebih jauh dari MLC ILO.
Amandemen baru menggabungkan periode fase 5 tahun untuk pelaut yang sudah ada
sekarang dan pada saat yang sama mewajibkan adanya semua perubahan nyata seperti
Jam Kerja & Istirahat untuk diterapkan pada 1 Januari 2012.
Jadi marilah kita persiapkan diri untuk perubahan ini dan terus mengikuti
perkembangannya.
========= fm buletin kpi ============

Posted in info | Leave a Comment »

PERATURAN PENCEGAHAN TUBRUKAN di LAUT P2TL 1972

Posted by suryamasmbe pada September 30, 2012

P2TL 1972
Terdiri dari : 38 Aturan, 4 lampiran dan 2 Annex

Bagian A : Umum
Terdiri dari aturan 1 sampai dengan aturan 3

Bagian B : Aturan Menyimpang dan berlayar
Terdiri dari aturan 3 sampai dengan aturan 19 dan terbagi dalam 3 seksi yaitu

Seksi 1 : sikap kapal dalam setiap keadaan penglihatan.
Terdiri dari aturan 4 sampai dengan aturan 10

Seksi 2 : perilaku kapal dalam keadaan saling melihat
Terdiri dari aturan 11 sampai dengan aturan 18

Seksi 2 : perilaku kapal dalam keadaan penglihatan terbatas
Terdiri dari aturan 19

Bagian C : Penerangan dan sosok benda
Terdiri dari aturan 20 sampai dengan aturan 31

Bagian D : Isyarat Bunyi dan isyarat Cahaya
Terdiri dari aturan 32 sampai dengan aturan 37

Bagian E : Pembebasan
Terdiri dari aturan 38

Lampiran I: penempatan dan perincian teknis dari penerangan dan sosok benda
Lampiran II: Isyarat Isyarat tambahan untuk kapal kapal ikan
Lampiran III: Perincian Teknis Dari perlengkapan Isyarat Bunyi
Lampiran IV: Isyarat isyarat Bunyi

Posted in P2TL 1972 | Leave a Comment »

Sperti Bapa Sayang Anaknya

Posted by suryamasmbe pada Februari 26, 2009

Kasih Allah kepada Kita

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa,

‘Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik…‘ Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi,
‘Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.’
Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.

Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi,
‘Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami.’
Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka.
Anak laki-laki pak,’ kata dokternya.
Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit. Lalu si dokter berkata,
‘Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.’
Si ayah membalas,
‘Kabar apapun, saya siap menerimanya, pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk’
‘Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain,’ jelas si dokter.
‘Apa maksud bapak,’ si ayah bertanya.
Dokter melanjutkan,
‘Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Yaitu cacat mental yang serius.’
Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa, ‘Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu.’

But above all these things put on love, which is the bond of perfection. Colossians 3:14 (NKJV)

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua.
Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut,
tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari
umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.

Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya. ‘Woi anak gw nih… ganteng kan ?’ Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes.
Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak mereka yang cacat itu.

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar pukul 4..30. Dalam pikirannya, ‘Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa.’
Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi ‘ting’, maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat banyak, sambil berpikir, ‘Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya’.

Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai berkokok, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir,
‘Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama.’ Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, ‘Kalau 2 sendok teh saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka.’ Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu.

Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini,
‘Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat  papa.’
Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma ‘sedap’ dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut.
‘Wah pasti enak nih.’

Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, ‘Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ‘ kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?’
Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan,
‘Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan, amin.’

Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya,
‘Enak kan pa?’
‘Iya, enaaaak sekali,’ lalu melanjutkan makan.
Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya,
‘Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo….’
Si ayah berkata,
‘Wah kamu yang masak? Enak sekali nak.’
Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, ‘Harum dan enak kan pa?’
Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya,
‘Pahit, tapi papa suka sekali.’
Dan dengan lugunya si anak menjawab,
‘Ya iya dong papa, kopi kan pahit…,’ karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata
‘Ray, kamu tau nggak…’
‘Nggak paa,’ potong si anak cacat tersebut.
Lalu si ayah melanjutkan,
‘Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali.’
Lalu si anak menjawab,
‘Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat papa.’
Lalu si ayah berkata lagi,
‘Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?’
Si anak sambil menggelengkan kepala,
‘Nggak tau pa….’
‘Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa.’ Lalu si ayah melanjutkan,
‘Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang sekali sama kamu?’ Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab,
‘Nggak tahu pa…..’
‘Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeeeeeeeeeng banget.’
‘Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa.’
Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya,
‘Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali.’
Lalu si anak menjawab,
‘Sama-sama papaah….’
Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya,
‘Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku…’

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut?
Kamulah, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut.. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan.
Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yang harum. Karena Bapamu mengasihi kamu, sampai-sampai Ia sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebuskan dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut..

Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu.

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Posted by suryamasmbe pada Februari 26, 2009

7 KIAT KERJA MENURUT AMSAL SALOMO

1. Andalkan Tuhan
Amsal 3:5-6 berkata, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan
janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala
lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita
kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi
yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

2. Carilah Pengetahuan
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.

Amsal 19:2 berkata, “Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang
tergesa-gesa akan salah langkah”. Jangan sungkan belajar dan meminta
petunjuk jika tidak mengerti.

Amsal 19:20 berkata,”Dengarkanl ah nasihat dan terimalah didikan, supaya
engkau menjadi bijak di masa depan.”

3. Rajin dan Cekatan
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama
waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.

Amsal 10:4 berkata, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang
rajin menjadikan kaya”.
Amsal 14:23 berkata, “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi
kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.”

4. Berlakulah Jujur dan Benar

Amsal 16:8 berkata,”Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran,
daripada penghasilan banyak tanpa keadilan”.  Amsal 10:9 berkata,”Siapa
bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya,akan
diketahui “.
Renungkan juga Amsal 10:16,”Upah pekerjaan orang benar membawa kepada
kehidupan,penghasil an orang fasik membawa kepada dosa.”

5. Jaga Mulut
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi
lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Amsal 21:23 berkata,
“Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada
kesukaran”.
Amsal 10:19 berkata, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi
siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”

6. Sabar dan Tenang

Amsal 16:32 berkata,”Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang
menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota”.  Amsal 14:30 menambahkan,
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”

7. Jangan Ingin Cepat Kaya
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus
diperhatikan adalah :
(1) Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
(2) Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan
yang berdosa;
(3) Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak
masalah.

Renungkanlah Amsal 10:22, “Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah
payah tidak akan menambahinya, ” dan Amsal 13:11, “Harta yang cepat
diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit,
menjadi kaya.”

SELAMAT BEKERJA

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Posted by suryamasmbe pada Februari 26, 2009

Belajar mendengarkan suara Tuhan

Pernah ada seseorang yang tak punya makanan apapun untuk keluarganya. Ia masih punya bedil tua dan tiga butir peluru. Jadi, ia putuskan untuk keluar dan menembak sesuatu untuk makan malam. Saat menelusuri jalan, ia melihat seekor kelinci dan ia tembak kelinci itu tapi luput. Lalu ia melihat seekor bajing, dia tembak tapi juga luput lagi. Ketika ia jalan lebih jauh lagi, dilihatnya seekor kalkun liar diatas pohon dan ia hanya punya sisa sebutir pelor, tapi terdengar olehnya suatu suara yang berkata begini “berdoalah dulu, bidik ke atas dan tinggallah tetap terfokus.”

Namun, pada saat bersamaan, ia melihat seekor rusa yang adalah lebih menguntungkan. Senapannya ia turunkan dan dibidiknya rusa itu. Tapi lantas ia melihat ada ular berbisa diantara kakinya, siap-siap untuk mematuknya, jadi dia turunkan lebih kebawah lagi, mengarah untuk menembak ular itu.

Tetap, suara itu masih berkata kepadanya, “Aku bilang ‘berdoalah dulu, bidik keatas dan tinggallah tetap terfokus.'” Jadi orang itu memutuskan untuk menuruti suara itu. Ia berdoa, lalu mengarahkan senapan itu tinggi keatas pohon, membidik dan menembak kalkun liar itu. Peluru itu mental dari kalkun itu dan mematikan rusa. Pegangan senapan tua itu lepas, jatuh menimpa kepala si ular itu dan membunuhnya sekali. Dan, ketika senapan itu meletus, ia sendiri terpental kedalam kolam. Saat ia berdiri untuk melihat sekelilingnya, ia dapatkan banyak ikan didalam semua kantungnya, seekor rusa, dan, seekor kalkun untuk bekal makanannya. Ular (Iblis) mati konyol sebab orang itu mendengarkan suara Allah.

Berdoalah sebelum kau lakukan apapun, bidik dan arahkan ke atas pada tujuanmu, dan tinggallah terpusat pada Allah.

Jangan kau dikecilhatikan oleh siapapun mengenai masa lampaumu. Masa lampau itu memang tepatnya begitu – “sudah lewat, sudah lampau.” Hidupilah setiap hari sehari demi sehari. Dan ingatlah bahwa hanya Allah yang tahu masa depan kita dan bahwa Ia tidak akan membiarkanmu melewati daya tahanmu.

Janganlah memandang pada sesamamu untuk meminta berkat melainkan lihat dan bergantunglah pada Tuhan. Ia bisa membuka pintu2 bagimu yang cuma Ia saja yang bisa lakukan. Pintu2 yang bukan kau masuki dengan menyelinap, melainkan yang hanya Ia yang sudah persiapkan bagi dan demi kamu. Jadi, tunggulah, tenanglah, sabarlah: dahulukan Allah dan lain-lainnya akan nyusul dengan sendirinya.

“MEMBANGUN KOMUNITAS YANG DIBERKATI TUHAN UNTUK MENJADI BERKAT BAGI DUNIA”

Posted in Renungan | Leave a Comment »

PROSEDURE PENANGGULANGAN PEMBAJAKAN

Posted by suryamasmbe pada Maret 10, 2008

PENANGGULANGAN PEMBAJAKAN
  • PEMBAJAKAN
  •  PENINJAUAN ATAS KEJADIAN TERESEBUT
  • TINDAKAN YANG DIPERLUKAN
1. Bunyikan sinyal darurat.
2. Tingkatkan kecepatan kapal dan ganti arah untuk menghindari pembajak naik ke kapal.
3. Hubungi dan minta bantuan kepada stasiun darat ataupun kapal di sekitarnya.
4. Gunakan lampu sorot untuk menyilaukan bajak laut.
5. Gunakan selang pemadam dan tembakkan roket darurat untuk mencegah pembajak naik ke kapal.
6. Jika situasi tidak tertolong, kerahkan semua awak kapal ke tempat yang aman yang telah ditentukan.
7. Laporkan keadaan kepada petugas darat yang berwenang dan kapal lain untuk minta bantuan.
CENTRAL CONTROL TEAM (C/T)
1. Tentukan posisi kapal dan catat segala pergerakan dan kejadian.
2. Memperingatkan / melapor ke stasiun darat dan kapal sekitarnya.
3. Gunakan lampu sorot untuk menyilaukan bajak laut.
4. Kumpulkan laporan komunikasi.
5. Hubungi DPA dan laporkan situasi dan tindakan yang telah ditempuh.
6. Laksanakan persyaratan tindakan keselamatan untuk melindungi awak kapal, muatan dan kapal.
ACTION TEAM (A/T)
1. Periksa kejadian dan jelaskan kepada C/T.
2. Gunakan selang pemadam dan tembak roket darurat untuk mencegah pembajak naik ke kapal.
3. Kerahkan semua awak kapal ke tempat yang aman yang telah ditentukan jika perlu.
4. Setelah kejadian berlalu, periksa kerusakan dan kehilangan atas muatan, kapal serta barang awak kapal dan jika ada yang cedera dan lapor ke C/T.
SUPPORT TEAM (S/T) & EMERGENCY TEAM (E/T)
1. Mengambil-alih tugas pengendalian di kamar
1. Menyiapkan tempat berlindung. mesin.
2. Menyiapkan pertolongan pertama
2. Lapor keadaan mesin induk serta peralatan lainnya jika diperlukan, setelah serangan.kepada C/T.
3. Membantu sesuai petunjuk.
3. Membantu sesuai petunjuk.

Posted in ISM Code | Leave a Comment »

PROSEDURE PENANGGULANGAN TUMPAHAN MINYAK

Posted by suryamasmbe pada Maret 10, 2008

PENANGGULANGAN TABRAKAN
  1. TABRAKAN DENGAN DERMAGA ATAU BARANG LAIN
  2. TABRAKAN DENGAN KAPAL LAIN
  • PENINJAUAN ATAS KEJADIAN TERSEBUT
  • TINDAKAN YANG DIPERLUKAN
1. Hentikan mesin induk dan bunyikan sinyal darurat.
2. Periksa jika ada yang cedera dan berikan pertolongan pertama jika perlu.
3. Hubungi kapal yang tertabrak dan saling tukar-menukar informasi.
4. Periksa polusi minyak atau kemungkinan terjadinya.
5. Periksa kemungkinan kapal tenggelam, pecah atau terbalik.
6. Laksanakan tindak-lanjut perbaikan ataupun pengamanan polusi.
CENTRAL CONTROL TEAM (C/T)
1. Tentukan posisi kapal dan catat segala pergerakan dan kejadian.
2. Mengadakan komunikasi dengan kapal berlawanan dan tukar info.
3. Pancarkan isyarat pada kapal disekitarnya supaya menghindar jika perlu.
4. Hubungi DPA dan jelaskan keadaan.
5. Hubungi agen dan petugas pelabuhan dan atur pelaksanaan survey dari pihak P & I.
6. Kumpulkan laporan komunikasi.
ACTION TEAM (A/T)
1. Periksa serta nilai kerusakan dan lapor kepada C/T.
2. Periksa jika terjadi polusi minyak dan ambil tindakan seperlunya.
3. Laksanakan sounding tangki ballas, bilge dan bahan bakar.
4. Periksa kerusakan dan laksanakan perbaikan sementara.
5. Periksa stabilitas dan tekanan luar atas kapal.
6. Laksanakan ballas dan/atau deballas dan pindahkan bahan bakar antara
tangki sesuai kebutuhan.
SUPPORT TEAM (S/T)
1. Mengambil-alih tugas pengendalian di kamar mesin.
2. Melaporkan keadaan mesin induk dan peralatan lainnya kepada C/T.
3. Laksanakan sounding tangki bahan bakar dan tangki bilge.
4. Membantu sesuai petunjuk.
EMERGENCY TEAM (E/T)
1. Memberikan pertolongan pertama.
2. Menyiapkan sekoci penolong.
3. Menutup semua pintu kedap dan lubang angin.
4. Membantu sesuai petunjuk.

Posted in ISM Code | Leave a Comment »